Minggu, 23 Februari 2014

Sweet Surprise on Wedding Anniversary



Okek, hari Minggu tanggal 22 Februari 2014 kandungan gue tepat berusia 30 minggu! *salto 100x*

Update dulu deh kondisi gue di umur kehamilan 30 minggu ini, sekarang berat Lil Kicker udah 1,5 kilo, dan gerakannya makin berasa seiring dengan kondisi gue yang makin gampang ngap-ngapan. Tapi nyeri tulang ekor yang menjalar sampe punggung dan kaki bagian belakang udah lenyap. Pun penyakit susah tidur yang selama bulan ke 6-7 kemaren menghantui gue. Sekarang tidur gatau kenapa lebih nyaman. Bahkan bawaannya pengen tidur terus.

Bersamaan dengan usia kehamilan yang masuk ke minggu ke 31 ini juga gue dan suami harusnya merayakan ulang tahun pernikahan yang pertama di tanggal 24 Februari. Ciyeehh ulang tahun pernikahan. Kenapa gue bilang seharusnya? Ya karena berhubung duit udah terkuras abis gara-gara mesti beli tiket pas tragedi nujuh bulanan yang gue pernah ceritain di sini, akhirnya gue dan suami mesti berhemat ekstra. Apalagi harus ada cicilan yang mesti dibayar. Jadi diputuskanlah kita baru akan ketemu tanggal 15 Maret waktu mas suami ulang tahun.

Such a record deh sepanjang pernikahan ini kalo sampe kami nggak ketemu hampir 2 bulan. Jadi ya gitu. Cuman bisa chatting nelangsa-nelangsaan dan kirim-kiriman poto via whatsapp ngalah-ngalahin abege alay. Memulai hari ini dengan penuh kebetean gara-gara wiken dan ga diapelin mantan pacar, menjelang dhuhur saat gue lagi males-malesan di kasur, tiba-tiba gue denger suara salam dari luar rumah yang miriiippp banget sama suara mas suami. Gue pikir, ah, mimpi kali. Tapi pas suara salam diulangin dua kali, gue spontan lompat dari kasur, ngebuka pintu, dan there he is!

Dengan kondisi rambut lepek, belum sikat gigi, dan belum mandi selama hampir dua belas jam, gue meluk dia. Dan mewek *blaming the hormones stream again*. Bukan apa-apa, suami gue sebenernya bukan tipe orang yang romantis. Seriusan deh, jaman pacaran aja dia lebih suka bawa gue ke museum daripada ngedate romantis candle light dinner ala-ala di tipi-tipi. Lagian nggak kepikiran banget dia bakal tiba-tiba kasih surprise dan pulang ke Makassar minggu ini. And for me, this kind of surprise worth a lot more than fancy things he could buy me instead.

Ngedate ala Mas Suami Jaman Pacaran di Museum Fatahillah -___-
Another Date at Benteng Rotterdam Makassar (sorry for the blurry pict)

As I write this post, my husband's now sleeping. Ternyata dia ke Makassar dalam kondisi demam tinggi. And it touches my heart that he still have this effort to surprise me in our wedding anniversary. Remind me, why I fall for him. His devoted sincere love he did and still does shower me with. So I said to my moving tummy:

You are lucky Lil Kicker, you will have this great father in your life. Nanti kalo nyari jodoh yang kayak Ayah ya, yang sayang banget sama kamu kayak Ayah sayang sama Ibu :")
So, do I have a perfect-like-a-romantic movies marriage? No, my marriage nggak juga bebas hambatan sih. We argue a lot like other normal couple, we disagree on many things. In fact, we're just two ordinary people with a very different personality. One thing for sure is, no matter how hard we fight, we always find a way to get back to each other. Dan gue berharap ini akan berlangsung sepanjang hidup gue dan dia.

After Akad, 24th February 2013

So here we are on our first wedding anniversary. Gue nggak berharap pernikahan yang bahagia di sepanjang jalan, because in real life there's no such thing. Gue hanya berharap, seberat apapun ujian yang gue dan dia hadapi, we will always stick together. Like our wedding vow, till death do us apart. Happy anniversary my husband, my imam, the father of my unborn-yet-daughter. May Alloh blessings upon our family. I love you, you know I do :)
The Day When I Take You as My Imam :)

 Makassar, 22 Februari 2014

Nujuh Bulanan Disaster : A Blessing in Disguise


Jadi ceritanya karena si Lil Kicker udah 28 minggu, dan emaknya pengen narsis-narsisan dipoto di prosesi tradisi nujuh bulanan, diputuskanlah acara nujuh bulanan diselenggarakan tanggal 14 Februari. Acara tanggal 14 Februari malem pengajian, sementara acara tanggal 15 Februari acara adat. Maka berangkatlah gue tanggal 14 Februari dengan semangat ’45 ke bandara untuk naik penerbangan ke Semarang via Surabaya. Ga ada yang aneh sih sama hari itu, malem sebelumnya tidur cepet habis packing jadi ga sempet liat berita juga. Jadi kebayang dooonnkk.. Kagetnya gue waktu setengah jam menjelang landing di Surabaya tiba-tiba pesawat gue balik lagi ke Makassar gara-gara bandara ditutup. They said it was because of Gunung Kelud eruption.


Masih ngotot harus balik ke Semarang hari itu juga, nyampe di bandara Sultan Hassanuddin setelah ngerefund tiket yang flightnya dibatalin itu, gue akhirnya beli tiket baru ke Semarang, via Denpasar dengan harga tiket 3x lipat harga tiket awal gue. Jangan ditanya gimana dramanya gue pas ternyataaaa.. sampe di Bandara Ngurah Rai dan menunggu dengan harap-harap cemas, ada pengumuman bahwa flight ke Semarang dicancel karena Bandara Ahmad Yani ditutup. Who to blame deh kalo akhirnya gue nangis-nangis lebay di bandara. Udah dibelain pindah rute dengan harapan bisa nyampe Semarang ternyata endingnya mesti terlunta-lunta sendirian di bandara dengan perut buncit dan geretan sekoper besar.
 
That Canceled Flight Laknat Ticket T___T

Let’s just skip that drama part when I cried histerically at the airport (should really blame the hormones stream thou) dan bikin nyokap serta mas bojo ikut seteres. Gue akhirnya menghubungi sahabat gue, Dian, untuk minta dijemput. I was too tired to think straightly and I just needed to lay down my tired body and mind. Dan bersyukur abis, I have her there. Dian is my closest best friend and somehow it’s a miracle that the whole thing happen in the city she lives in, so I’m practically not alone.
 
Dian Lagi Nggeret Koper di Parkiran

Dian dateng 2 jam kemudian. Sebelum Dian dateng gue sempet konfirm ke pihak maskapai soal kepastian adanya penerbangan ke Semarang dari Bali supaya tiket yang gue pegang bisa direschedule. Sayangnya, pihak maskapai ga bisa kasih jawaban karena pihak Bandara Ahmad Yani juga ga bisa kasih kepastian sampai kapan bandara ditutup. Dalam kondisi stres dan laper berat dari bandara gue sama Dian akhirnya mampir dulu ke Restoran Bebek Tepi Sawah. FYI, Bebek Tepi Sawah ini termasuk salah satu tempat kuliner yang cukup terkenal di Bali. Gue pesen menu recommended di restoran ini, yaitu bebek crispy. Harganya mehong abisss (menurut gue) , 90k lebih untuk seporsi bebek crispy. Mau cancel pesenan kok tengsin juga :p Tapi setelah pesanan dateng ke meja, gue tau kenapa ini bebek bisa mehong banget. Gue ngakak liat porsinya, ya dikata gue kuntilanak makan bebek setengah ekor sendirian?! Penampakannya kira-kira begini nih..

Bebek Porsi Kunti :D


Dari tempat bebek akhirnya gue dan Dian boncengan ke kosan Dian di Nusa Dua. Ya pegel juga ya bok ternyata. Dan malem itu acara pengajian nujuh bulanan gue tetep diselenggarakan di rumah tanpa kehadiran gue dan mas suami. Btw mas suami juga gagal balik karena flight dari Balikpapan juga dicancel due to penutupan Bandara Ahamad Yani akibat erupsi Gunung Kelud. Cuman gue dan mas suami masih berharap hari Sabtunya (tanggal 15 Februari) kami bisa tetep pulang untuk acara adat dan siraman. Sayangnya keesokan harinya setelah nanya-nanya ke seorang temen yang kerja di Angkasa Pura Denpasar, gue dapet kabar bahwa seluruh flight ke Semarang hari itu masih dicancel. Drama dimulai lagi. Ya gimana, kasian banget sama orang rumah dan sodara-sodara yang udah dateng. Dekor untuk siraman dan segala macemnya udah siap padahal. Untuk balik ke Makassar juga ga bisa karena seluruh flight ke Semarang full sampai hari Senin. Mau ga mau akhirnya gue harus stay di Bali sampai hari Senin.


Frankly, walaupun diawali drama gue, bersyukur bisa stay di bali. Selama di Bali gue jadi berpikir, mungkin ini cara Tuhan memberi apa yang udah jadi harapan gue selama ini. Karena dari awal hamil gue emang udah ngidam banget babymoon di Bali sebelum Lil Kicker lahir. Mungkin ini anak lebih suka ditujuh-bulanin dengan jalan-jalan dibanding acara tradisi. So there were we. Bali. Gue menghabiskan 4 hari yang menyenangkan di Bali. Gue makan ikan bakar ala Jimbaran yang super enak, nyobain roti canai, maen ke Pantai Pandawa dan liat water blow di BDTC.  Not really bad for such an unplanned vacation, eh?
 
Ikan Bakar ala Jimbaran


Me and Lil Kicker Mejeng di Patung yang Ada di Pantai Pandawa

Hikmahnya sih, gue jadi memahami banget kata-kata “Manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang menentukan”. Serius, selama ini gue sering terlalu ngoyo mengusahakan segala sesuatu dalam hidup gue dan seringkali gue menafikan bahwa no matter how big my desire is, there is a superpower out there who takes control of everything. Kedua, gue jadi mengerti, bukan hanya keluarga yang bisa kita sebut rumah, tempat untuk pulang. A true best friend, is also the comfort home we can go home to. And as for me, I have this another home in Bali. It’s you, my best friend Dee. Thank you, for being there for me  :*
 
Me and My Besty :)

Oh, dan btw, pulang dari Bali nyeri panggul yang kemarin-kemarin sempet menghantui gue, gone! Welcome, third trimester! Be nice to me ya :D



Makassar 18 Februari 2014.

Kamis, 20 Februari 2014

This is For You, Dear Fellas Mothers :')

Habis nemu postingan waktu lagi blogwalking di sini dan pas banget habis share foto di bawah dari FB temen juga. Kadang kita masih sering menemukan orang yang dengan gampang men-judge cara kita membesarkan anak - anak kita. Dan melalui postingan ini gue cuma ingin mengingatkan, there's no such a bad mom, cause I'm sure every mom on earth wants only whats best for their kids. Dear fella mothers, this is for you, no matter how you raise your kids, no matter what the decision you made, and no matter how people judges you, you just simply deserve to be loved. Cause yes, each of you, is indeed a very good mum :)



Rabu, 12 Februari 2014

28 Weeks Pregnancy and Diapers Bag

Hari ini di kantor udah nggak konsen kerja lagi (emang pernah konsen ya?). Karena apa sodara-sodara? Besok saya pulang kampung dooonnkk.. *joget kayang*. Jadi instead of ngelengkapin laporan akhir taun yang udah ditagih sama bos, saya malah asik utak-atik akun blogger yang lama udah ga dibuka-buka. Selama ini ga pernah istiqomah nulis di blog sih, biasanya cuman semangat di awal-awal aja, kesana-sana jadi bosen dan blog jadi ga keurus *tutuk mukak*. Nggak terlalu optimis sama nasip blog ini sih jadinya, moga-moga aja jadinya ga kayak blog-blog yang sebelumnya :D


12 weeks old Lil Kicker
Memasuki bulan ketujuh kehamilan ini saya sangat-sangat excited. Soalnya bulan ini saya udah boleh mulai belanja keperluan bayi. Aheeyy!! Senengnyaaa.. Kapan lagi sih bisa belanja barang-barang lucuk tanpa harus cari pembenaran? Mas suamik yang biasa cerewet kurang berkenan kalo hobi belanja saya lagi kumat juga kali ini nggak banyak komen tau saya mulai hunting baby stuffs buat anaknya.

Jadi beginilah, udah dari Senin kemarin kerjaan saya browsing-browsing baby stuffs yang dibutuhin untuk si Lil Kicker. Kemarin sempet dikirim via email sama Wiena, temen seangkatan yang kebetulan lagi hamildun juga soal list barang-barang yang mesti dibeli sebelum lairan. Dan banyak loh bok, jadi emang harus dicicil dikit-dikit lah biar ga kerasa keluar duitnya terlalu banyak *apabanget*.

Dua hari yang lalu sempet order newborn outfit di sini. Yang dipesen juga sedikiitt banget, cuman popok selusin, baju lengen panjang 3 bijik, bedong 4 bijik, dan sleepsuit 3 bijik. Loh, kok dikit amat? Sebenernya cuman buat back up aja, yang mau dibawa pas lairan ke rumah sakit. Sisanya? Ngarep kado lairan dari orang-orang! Heheheheh..

Anehnya, yang dari kemarin ga brenti-brenti saya pantengin malah diapers bag. Tauk deh kenapa. Mungkin karena dari awal hamil udah bertekad untuk menjadi ibu yang tetep stylish *alah*. Googling sana sini, baca review sana sini, dan dapet referensi beberapa merk diapers bag yang oke punya kayak Okiedog dan Skip Hop. Searching-searching, dan jatuh cinta sama Okiedog Sakawa Celeb Blue karena modelnya yang stylish dan keren. Tapi begitu liat harganya.. Maaakkk, mehooonnggg abissss buat ukuran saya!
Okiedog Sakawa Celeb Blue, image inserted from here

Akhirnya mau nggak mau, saya harus mempertimbangkan diapers bag lain dengan harga yang lebih murah rasional. Yang penting fungsinya tetep terpenuhi, dan masih lumayan stylish. Dan setelah pencarian yang panjang, akhirnya pilihan saya jatuh ke tas ini. Kenapa? Karena selain saya suka warna dan bentuknya, harganya juga reasonable banget. Cuma 270k. Selain itu, modelnya juga nggak terlalu feminin, jadi bapaknya si Lil Kicker nggak terlalu mati gaya juga kalo disuruh bawa-bawa tas diapers :D
HDY Baby Wonder Patch Messenger Grey

Tas ini saya beli online di sini jadi belum tau juga sih bentuk aslinya kayak gimana. Barangnya baru dianter ke rumah sekitar 2-3 hari lagi. Satu lagi yang saya suka dari tas ini : modelnya kayak tas sekolah! Jadi mungkin bisa dipake sampe Lil Kicker masuk sekolah nanti. Hahaha *ngarep*. I'm sorry that I'm so shallow kiddo :D