Sejak melahirkan jadi sama sekali ga kepikiran update blog ini, boro
deh, mau merawat diri aja ga sempet. Pokus jadi sapi buat Little Kicker
*kibas2 ekor*. A lil bit too late ya sebenernya buat ngepost tentang
proses kelahiran Lil Kicker, since she's already 3 weeks old by now.
Tapi tenang aja atmosfer dan ngilunya masih kebayang kok sampe sekarang.
Here's the story..
Dari awal ambil cuti dan pulang ke kampung halaman di Semarang mulai kehamilan 35 minggu, gue udah milih buat melahirkan sama Dr. Syarief Taufik. Dokter ini yang pertama meriksa kehamilan gue saat gue awal tau kalo hamil. Dan gue milih dia berdasarkan review beberapa orang yang pernah sama dia. Dan ngerasain juga sih, he's good dan komunikatif.
Masalah melahirkan ini sebenernya PR banget lah buat gue, dengan ambang rasa sakit gue yang teramat rendah, dan emang dari sononya udah cemen, antara melahirkan normal dan SC sebenernya bukan pilihan banget lah. Eyatapi gimana donk, ga mungkin juga kan gue bersin tau-tau bayinya mencelat dari lubang idung. Yakali. Long story short, karena kondisi mata gue yang beresiko kalo melahirkan normal, Dokter Syarief merekomendasikan gue untuk menjalani sectio. Karena emang udah diniatin sectio, beliau juga bilang nggak perlu nunggu mules. Dan setelah berdiskusi dengan para sesepuh, serta memperhitungkan weton yang bagus buat Lil Kicker, diputuskanlah bahwa gue akan melahirkan di tanggal 23 April 2014.
Tanggal 22 sore, when I still give my last shot buat bisa lairan pake BPJS, gue ditelpon oleh pihak Paviliun Garuda RSDK Semarang bahwa kamar pesenan gue udah ready. Soal BPJS ini lain waktu gue share deh, drama banget dan akhirnya ga make juga. Selepas maghrib, gue dianter ke rumah sakit sama mama, papa, mas bojo, dan adek perempuan gue. Malemnya gue nginep ditunggui oleh mas bojo. Sekitar jam 10, perawat jaga ngasih baju yang harus gue pakai saat menjelang operasi dan ngasih tau bahwa gue harus puasa mulai jam 2 malam.
Tanggal 23 pagi, mulai cemas, takut banget pokoknya. Jam 7 kurang keluarga udah kumpul di RS, dan pas jam 7 gue digledek ke ruang operasi. Waktu itu udah stres berat deh, pengen ditemenin mama atau suami tapi gabisa (yaiyalah). Mana kacamata udah harus dilepas sebelum masuk ruang operasi. Jadilah gue wanita rabun yang ketakutan dan teronggok pasrah di dalam ruang operasi. And during those time gue menyesali episode-episode Grey's Anatomy yang gue tonton, cause they didn't help at all. Yang ada bikin gue tambah tegang. I cursed you Derek Sheperd, Meredith Grey, Christina Yang, and Alex Karev!!!!
Masuk ke ruang operasi, gue ketemu dengan dokter anestesi gue. Ya karena emang cemen udah tegang gue minta dibikin tidur aja selama operasi. Tapi dokter
bilang nanti bayinya jadi ga bisa nangis karena efek biusnya. But she
promised, she'd make me sleep as soon as the sectio procedure had been
done. Gue dipasangi alat-alat, oksigen, dan segera setelah itu gue
disuntik dan dipasang kateter. Kaki gue awalnya kesemutan sebelum
akhirnya I no longer could feel my own feet.
Beberapa perawat dan dokter pendamping ngajak ngomong gue terus selama operasi berlangsung, which was perasaan ga terlalu lama karena gue kemudian ngedenger suara tangis Lil Kicker. Kenceng abis, bok. It was an amazing moment, karena diantara setengah teler akibat bius gue masih ngerasain perasaan haru, I am mother right now! Tepat jam 8.23 in the morning of 23th April 2014. Gue cuma dikasih tau bahwa anak gue perempuan sebelum anak gue dibawa untuk dibersihkan. Rencana gue untuk melakukan IMD? Well, IMD? Apa itu IMD??*throw all the theories out of the window*
Dari awal ambil cuti dan pulang ke kampung halaman di Semarang mulai kehamilan 35 minggu, gue udah milih buat melahirkan sama Dr. Syarief Taufik. Dokter ini yang pertama meriksa kehamilan gue saat gue awal tau kalo hamil. Dan gue milih dia berdasarkan review beberapa orang yang pernah sama dia. Dan ngerasain juga sih, he's good dan komunikatif.
Masalah melahirkan ini sebenernya PR banget lah buat gue, dengan ambang rasa sakit gue yang teramat rendah, dan emang dari sononya udah cemen, antara melahirkan normal dan SC sebenernya bukan pilihan banget lah. Eyatapi gimana donk, ga mungkin juga kan gue bersin tau-tau bayinya mencelat dari lubang idung. Yakali. Long story short, karena kondisi mata gue yang beresiko kalo melahirkan normal, Dokter Syarief merekomendasikan gue untuk menjalani sectio. Karena emang udah diniatin sectio, beliau juga bilang nggak perlu nunggu mules. Dan setelah berdiskusi dengan para sesepuh, serta memperhitungkan weton yang bagus buat Lil Kicker, diputuskanlah bahwa gue akan melahirkan di tanggal 23 April 2014.
Tanggal 22 sore, when I still give my last shot buat bisa lairan pake BPJS, gue ditelpon oleh pihak Paviliun Garuda RSDK Semarang bahwa kamar pesenan gue udah ready. Soal BPJS ini lain waktu gue share deh, drama banget dan akhirnya ga make juga. Selepas maghrib, gue dianter ke rumah sakit sama mama, papa, mas bojo, dan adek perempuan gue. Malemnya gue nginep ditunggui oleh mas bojo. Sekitar jam 10, perawat jaga ngasih baju yang harus gue pakai saat menjelang operasi dan ngasih tau bahwa gue harus puasa mulai jam 2 malam.
Tanggal 23 pagi, mulai cemas, takut banget pokoknya. Jam 7 kurang keluarga udah kumpul di RS, dan pas jam 7 gue digledek ke ruang operasi. Waktu itu udah stres berat deh, pengen ditemenin mama atau suami tapi gabisa (yaiyalah). Mana kacamata udah harus dilepas sebelum masuk ruang operasi. Jadilah gue wanita rabun yang ketakutan dan teronggok pasrah di dalam ruang operasi. And during those time gue menyesali episode-episode Grey's Anatomy yang gue tonton, cause they didn't help at all. Yang ada bikin gue tambah tegang. I cursed you Derek Sheperd, Meredith Grey, Christina Yang, and Alex Karev!!!!
Masuk ke ruang operasi, gue ketemu dengan dokter anestesi gue. Ya karena
Beberapa perawat dan dokter pendamping ngajak ngomong gue terus selama operasi berlangsung, which was perasaan ga terlalu lama karena gue kemudian ngedenger suara tangis Lil Kicker. Kenceng abis, bok. It was an amazing moment, karena diantara setengah teler akibat bius gue masih ngerasain perasaan haru, I am mother right now! Tepat jam 8.23 in the morning of 23th April 2014. Gue cuma dikasih tau bahwa anak gue perempuan sebelum anak gue dibawa untuk dibersihkan. Rencana gue untuk melakukan IMD? Well, IMD? Apa itu IMD??*throw all the theories out of the window*
Gue ditaroh di ruang pemulihan entah buat berapa lama. Karena hari itu suasananya remang-remang. Alah. Hahaha. Ya gimana gue setengah sadar setengah enggak, bius yang katanya bakal menidurkan gue setelah bayi gue dikeluarin cuman sukses bikin gue setengah teler, bahkan gue baru bisa jam 2 malem keesokan harinya. Mungkin dokternya harus kasih bius dosis gorila baru gue bisa tidur nyenyak. Setelah dirasa cukup pulih, gue dibawa keluar untuk ketemu keluarga gue, dengan bayi perempuan mungil yang ditaroh di pelukan gue.
Pas ketemu keluarga gue, yang pertama kali gue minta adalah, kacamata mana kacamataaaa!! Hahaha ga tahan banget semuanya serasa buram. Then I saw her face for the very first time. Dan perasaan mengharu biru di ruang operasi tadi sirna sudah jadi perasaan takut sama makhluk ini. Damn it, hormones! Perasaan takut ini makin menjadi-jadi setelah gue denger suara tangisnya yang luar biasa keras. Ini anak latihan vokal kali ya selama di dalem perut. Dan makin parah setelah gue menyusui dia pertama kali jam 6 sore harinya. (Maafin Ibu ya, Nak). Setelah menyusui perdana itu, gue bawannya panas dingin kalo denger anak ini nangis, deg-degan dan parno abis, cause frankly, breastfeeding is much much more hurting than I thought it would.
But did I give up? Enggak doonnkk.. Sampe dengan gue nulis postingan ini, meski masih struggle dengan segala susahnya breastfeeding, I still try to give my best for this Lil Kicker yang udah nemenin gue selama 38 minggu 3 hari di dalem perut ini. By the way, persalinan SC sakit atau enggak sih? Well, the nightmare
began saat efek biusnya ilang. Sakit bangeettt!! Sampe nggak kebayang harus melalui sakit yang kayak gini lagi dalam jangka waktu dekat. *kontrasepsi mana kontrasepsiiii!!!*
Oh iya, dan by the way, she's no longer Lil Kicker, she has name right now! Setelah berdiskusi panjang lebar dan cakar-cakaran sama Ayahnya, kami sepakat menamai gadis ini Diandra Arrumaisha Qurrota A'yun. Diandra diambil dari bahasa Perancis yang artinya berkemauan keras, bisa juga gabungan dari Dian (lentera/cahaya) dan Andra (kuat). Ar-Rumaisha itu nama shahabiyah nabi, pernah baca juga artinya membawa kedamaian, sedangkan Qurrota A'yun artinya penyejuk pandangan. Jadi, melalui nama ini gue dan suami gue berharap anak ini akan jadi anak berkemauan keras yang membawa kedamaian dan menjadi penyejuk pandangan bagi orang-orang di sekitarnya. Aamiin..
Welcome to the world Baby Dee, you're just a tiny creature for the world, but for me and your Ayah you really are the world :)
